Festival Kontes Kuda Andong Warnai Gedong Tengen, Angkat Identitas Transportasi Tradisional Jogja

Gedong Tengen, suarapasar.com – Sebanyak 30 andong mengikuti Kontes Kuda Andong bertema “Kuda Sehat dan Sejahtera untuk Transportasi Tradisional, Pariwisata, dan Budaya” yang digelar Pemkot Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan pada Minggu (30/11). Acara berlangsung di Halaman Parkir Gedung DPRD DIY sebagai bentuk edukasi, pelestarian, dan apresiasi terhadap andong yang menjadi ikon budaya dan pariwisata Yogyakarta. Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, hadir langsung dan menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan transportasi tradisional tersebut.

“Andong adalah alat transportasi tradisional yang harus dilestarikan. Di beberapa tempat, transportasi tradisional sudah punah, tetapi di Jogja, khususnya Malioboro, masih bisa dipertahankan,” jelas Hasto saat diwawancarai.

Hasto menekankan bahwa Festival Andong perlu terus didukung karena menjadi daya tarik wisata sekaligus menguatkan karakter budaya kota. Ia juga menggarisbawahi pentingnya perawatan kuda yang tepat, mulai dari pola makan hingga kesehatan organ tubuh. Menurutnya, kuda yang menahan kencing bisa mengalami gangguan kesehatan serius. Saat ini terdapat sekitar 400 andong di Yogyakarta, sementara kawasan Malioboro hanya dapat menampung 40–60 andong, sehingga diperlukan lokasi antrian khusus lengkap dengan fasilitas sanitasi.

 

Salah satu peserta, Dwi Gus Cahyono, mengapresiasi penyelenggaraan kontes yang dinilai mempererat hubungan antara kusir dan pemerintah. Ia berharap ajang ini bisa menjadi agenda rutin tahunan.

“Acara seperti ini positif dan mendekatkan kusir dengan pemerintah. Harapannya bisa jadi agenda tahunan supaya kita tetap kompak. Andong juga kan ikon Jogja,” ungkapnya seperti dikutip dari laman Pemerintah Kota Yogyakarta.

Usai pemeriksaan kesehatan, peserta mengikuti Parade Andong dengan rute DPRD DIY – Jalan Malioboro – Jalan Panembahan Senopati – Jalan Mataram – Jalan Abu Bakar Ali – kembali ke DPRD DIY. Arak-arakan andong berhias ini berhasil menarik perhatian masyarakat dan wisatawan. Kontes tahun ini memperebutkan Juara Umum Piala Wali Kota Yogyakarta, diberikan kepada kelompok jasa andong wisata dengan raihan juara terbanyak dari total 14 kelompok peserta.

Untuk kategori lomba lainnya meliputi Kuda Penampilan Terbaik (Best Performance) – Piala Dekan Fakultas Peternakan UGM, Kuda Sehat, Andong Terbaik, dan Kusir Terbaik, masing-masing dengan tiga pemenang: Juara 1, Juara 2, dan Juara 3.(prg,wur)