Sleman, suarapasar.com. – PT Jasa Raharja Kantor Wilayah D.I. Yogyakarta terus memperkuat upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas melalui edukasi kepada masyarakat. Salah satunya dengan menggelar Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas di Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan anggota Karang Taruna dan komunitas Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM). Sosialisasi menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat sekaligus mendorong terciptanya budaya berlalu lintas yang aman dan berkeselamatan.
Melalui pendekatan socio engineering, peserta mendapatkan edukasi mengenai kondisi keselamatan lalu lintas, berbagai faktor penyebab kecelakaan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan mulai dari lingkungan keluarga hingga komunitas masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman Heri Kuntadi, Kanit Kamsel Polres Sleman Iptu Jarot, serta Staf Administrasi Tk II KPJR Tk II Sleman Ahmed Ershad Bafadal.
Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, Jasa Raharja, dan masyarakat dalam membangun kesadaran keselamatan berlalu lintas.
Dalam sosialisasi, peserta diajak memahami pentingnya kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas serta peran masyarakat dalam mencegah kecelakaan. Peserta juga didorong menjadi agen perubahan dengan menyebarluaskan pesan keselamatan kepada keluarga, teman, dan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Jasa Raharja berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan berkeselamatan sekaligus mendukung upaya menekan angka kecelakaan di Kabupaten Sleman dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ahmed Ershad Bafadal mengatakan sosialisasi tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Jasa Raharja dalam mendukung pencegahan kecelakaan melalui pendekatan edukatif.
“Keselamatan berlalu lintas tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum dan pemerintah, tetapi juga memerlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda dan komunitas yang ada di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Menurut Ahmed, disiplin berlalu lintas perlu dibangun melalui kebiasaan sederhana, seperti menggunakan perlengkapan keselamatan, mematuhi rambu-rambu, serta selalu mengutamakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
“Edukasi semacam ini diharapkan mampu membentuk budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan serta menekan angka kecelakaan yang masih menjadi salah satu permasalahan di jalan raya,” katanya.
Ahmed juga mengapresiasi antusiasme anggota Karang Taruna dan FKPM yang mengikuti kegiatan tersebut. Ia berharap para peserta dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas sekaligus turut menyebarluaskan edukasi keselamatan kepada masyarakat.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, kepolisian, Jasa Raharja, dan masyarakat, upaya menciptakan lingkungan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan di Kabupaten Sleman maupun Daerah Istimewa Yogyakarta diharapkan dapat terus diperkuat.(ags,prg)