Yogyakarta (01/12/2025), suarapasar.com – Pemda DIY kembali menunjukkan komitmennya dalam pemajuan kebudayaan melalui gelaran Anugerah Kebudayaan DIY 2025 di Bangsal Kepatihan. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi bagi para pelaku budaya yang dinilai konsisten merawat dan mengembangkan kebudayaan di Yogyakarta. Dalam arahan Gubernur DIY yang dibacakan Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, ditegaskan bahwa anugerah ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari amanat Keistimewaan DIY. Budaya dipandang sebagai kompas moral yang harus tetap dijaga di tengah perubahan global, sekaligus menjadi fondasi identitas daerah.
Saat ini DIY menghadapi berbagai tantangan kebudayaan, mulai dari pelestarian cagar budaya, regenerasi pelaku seni, sampai adaptasi terhadap perkembangan digital. Para penerima anugerah dinilai berkontribusi besar menjawab tantangan tersebut melalui karya dan inovasi yang tetap berakar pada nilai-nilai lokal.
“Para pelaku budaya adalah penjaga harmoni kehidupan sebagaimana falsafah Memayu Hayuning Bawana. Kebudayaan merupakan cara kita merawat hubungan manusia, alam, dan nilai-nilai kemanusiaan,” katanya.
Peraturan Gubernur DIY Nomor 32 Tahun 2023 menjadi dasar penyelenggaraan anugerah tahun ini, membawa pembaruan dalam nomenklatur, mekanisme penjaringan calon penerima, serta kategorisasi penghargaan. Anugerah yang diberikan mencakup kelompok Mpu/Maestro, Pelaku dan Pelestari, serta Pelopor, Pembaharu, dan Kreator, dengan jenis penghargaan mulai dari Maha Adi Dharma Budaya hingga Upakarya Budaya. Regulasi baru ini memungkinkan keterlibatan lebih luas dari komunitas budaya dan lintas sektor, termasuk seni, arsitektur, kesehatan, industri kreatif, pendidikan, dan UMKM.
Daftar penerima anugerah tahun ini mencerminkan keberagaman pelaku budaya DIY, mulai dari maestro tari, perupa, pegiat arsip, hingga kreator seni media. Mereka dinilai sebagai penjaga tradisi sekaligus penggerak inovasi yang membawa kebudayaan DIY tetap relevan. Pemda DIY berharap penghargaan ini dapat mendorong ekosistem budaya semakin kuat dan menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan.
“Anugerah ini memberikan semangat dan energi besar bagi para pelaku seni untuk terus berkarya dan berkolaborasi dalam membangun ekosistem seni DIY di berbagai disiplin dan bidang. Semoga kisah-kisah tentang DIY dapat terus disuarakan kepada Indonesia dan dunia,” pungkas Wregas.(prg,wur)