Kekerasan Terhadap Perempuan & Anak di DIY Masih Tinggi, Keberanian Korban Melapor Jadi PR

Yogyakarta, suarapasar.com : Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di DIY masih tinggi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY, Erlina Hidayati mengatakan berdasar data tercatat 1.326 pengaduan pada tahun 2024 dan 606 laporan pada semester I tahun 2025.

“Angka ini belum mencerminkan kondisi sebenarnya karena banyak korban yang tidak melapor akibat ancaman, rasa malu, atau relasi kuasa dengan pelaku,” tandasnya pada Puncak peringatan HAKTPA tingkat DIY di Bangsal Wiyata Praja Kepatihan Jumat (5/12/2025).

Erlina menyebut, tantangan terbesar dalam penanganan kasus kekerasan bukan hanya pada penyediaan layanan, tetapi juga pada keberanian korban untuk melapor ke layanan maupun kepolisian. Relasi kuasa yang kuat dari pelaku kerap membuat korban takut. Karena itu, masyarakat diimbau aktif memberikan dukungan dan tidak menyalahkan korban.

“Kami berharap nilai budaya Yogyakarta yang menjunjung adab dan keberadaban dapat menjadi fondasi kuat untuk menekan angka kekerasan. Sebagai Jogja Istimewa, kita harus memastikan masyarakatnya berbudaya dan menghargai martabat sesama,” imbuh Erlina.

Erlina menuturkan sepanjang tahun pihaknya bersama organisasi mitra terus melakukan edukasi dan kampanye anti kekerasan.

“Pada periode 25 November hingga 10 Desember, gerakan ini dilakukan lebih intensif sebagai bagian dari kampanye global HAKTPA,” katanya.

Puncak peringatan HAKTPA dihadiri ratusan peserta dari unsur pemerintah, organisasi masyarakat, komunitas pendamping korban, hingga pelajar. Beragam kegiatan digelar, mulai dari kampanye anti kekerasan, layanan kesehatan gratis, bazar, hingga olahraga bersama yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepedulian publik. (wds/drw)